Postingan

Gambar
  Mengenal Mikro Organisme Lokal (MOL) oleh : Tohari,  SP PK CDK Pacitan  Apakah MOL itu?   Mikroorganisme Lokal  (MOL) adalah cairan hasil fermentasi dari substrat atau media tertentu yang berada di sekitar kita (misalnya nasi, buah-buahan, telur, susu, keong, dan lain-lain). MOL dapat juga diartikan mikroorganisme yang berasal dari substrat/bahan tertentu dan diperbanyak dengan bahan alami yang mengandung karbohidrat (gula), protein, mineral, dan vitamin. Mol adalah mikroorganisme yang kita buat secara lokal dengan memanfaatkan bahan baku yg ada disekitar kita. Misalnya : buah2an (nenas, maja,tomat,pisang, kotoran ternak,gula,tetes (molases), usus ayam, katul ,susu sapi dsb. Pembuatan dilakukan secara proses fermentasi & dg peralatan se- derhana. Hasil yg diperoleh akan didapatkan   bakteri yg mampu menjadi dekomposer bagi sampah,bahan organik utk diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.   MOL mempunyai peranan penting dalam upaya rehab...
Gambar
  Waspada     Bencana Kebakaran Hutan Oleh : TOHARI, SP   PK CDK Pacitan   Sobat hijau, salam lestari......!! Musim kemarau saat ini sudah mulai terasa panasnya, air mulai berkurang,  Tanah mulai  mengering, bahkan tanaman mulai menggugurkan daunnya sehingga menimbulkan timbunan sampah kering, ditambah lagi ranting-ranting pohon juga multi jatuh Karena kekeringan.   Angin juga mulai bertiup kencang,   Awas jangan   bermain api !! Sampah kering dapat terbakar dan mendatangkan bencana, apalagi kalau berada di kawasan Hutan , berhatı-hatilah jangan sampai hutan kita ter bakar.   Mari waspada terhadap kebakaran hutan,   antisipasi kebakaran hutan , ayo kita perhatikan hal-hal berkut :   PENGERTIAN   Sebelum kita membahas tentang apa itu kebakaran hutan, terlebih dulu kita mengetahui apa yang dimaksud dengan Kewaspadaan   bencana. Kewaspadaaan   bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencan...
Gambar
  Menguak Kesuburan Tanah  SEJARAH  PUPUK   BIO ARANG Oleh :  TOHARI, SP PK CDK Wil. Pacitan   Struktur pori-pori pupuk bio arang   Menjadi keingan semua petani mempunyai tanah yang subur dan awet. Ditanami berulang ulang tidak berkurang kesuburannya. Idealnya tanpa pupuk dan tambahan dari luar tanaman terus subur. Tentu saja hal itu mustahil untuk dilakukan. Untuk menghasilkan produk tanaman tertentu dibutuhkan beberapa biomasa dari tanah yang diubah menjadi bagian-bagian tanaman sehingga berpindah dari biomasa tanaman menjadi biomasa tumbuhan. Tanah yang subur dan awet sebenarnya telah dipelajari oleh peradaban manusia sejak 2500 tahun yang lalu. Tepatnya di daerah Amazon. Ya, petani di Amazon telah menemukan cara untuk membuat tanah awet dan subur. Tentu dengan perlakuan yang sangat alamiah. Tidak ada trik kimia saat itu. Walau menjadi perdebatan oleh para ahli, namun kenyataannya memang ada tanah seluas 6000 km2 yang mempunyai strukt...